Dimana setelah saya membaca
Envoi de Negara Aceh le 17 Septembre 2002 19:21:12:
Pada tanggal 14 Mei 1999 saudara Bima Prameswara, tamastir@centrin.net.id , menyampaikan pertanyaan yang menyangkut masalah Gerakan Aceh Merdeka. Dimana pertanyaannya adalah "Pak saya ingin tanya mengenai pendapat bapak mengenai Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kembali marak akhir2 ini. Apa pendapat bapak mengenai GAM? Apakah betul ada kudeta antara kelompok Hasan di Tiro dan Dr.Husaini Hasan? Mereka tampak begitu tertutup memberitakan keadaan internal GAM yang diisukan terpecah dalam 2 kelompok. Ketertutupan itu secara khusus ke media massa, termasuk Harian WASPADA ( http://www.waspada.com/ ) yg selama ini begitu baik dalam pemberitaan Aceh. Apa sebenarnya hubungan GAM dan CIA dan USA menurut pandangan bapak Ahmad? Hal ini membuat saya agak penasaran. Dengan demikian apakah gerakan ini betul2 berlandaskan Islam? Dengar2 Hasan Tiro saat ini sedang berobat di Swedia. Bapak kenal Hasan Tiro nggak? Mungkin bapak bisa mengungkapkan pendapat bapak secara UMUM saja mengenai GAM ini. Jazakallahu khairan katheera. Wassalamu'alaikum wr.wb. Ditunggu reply-nya. Sekian dulu dari saya".
Baiklah saudara Bima Prameswara. Sebenarnya saya tidak ada hubungan langsung dengan Gerakan Aceh Merdeka. Pertanyaan saudara Bima sepantasnya langsung ditujukan kepada pihak yang berwenang dari GAM. Karena itu tentang pertanyaan saudara mengenai apakah dalam kalangan intern GAM ada pertentangan politik dan apakah ada hubungan dengan CIA dan USA, disini saya tidak memberikan komentar.
Tetapi tentang pertanyaan saudara Bima "apakah gerakan ini betul2 berlandaskan Islam?". Maka disini saya akan memberikan sedikit komentar secara umum. Dimana setelah saya membaca "The Price of Freedom: the unfinished diary of Tengku Hasan di Tiro" (National Liberation Front of Acheh Sumatra,1984) yang menyangkut " Declaration of Independence of Acheh Sumatra" yang dideklarasikan pada tanggal 4 Desember 1976 oleh Tengku Hasan Muhammad di Tiro di Aceh (hal: 15-17), ternyata bahwa Aceh bukanlah dijadikan atau dimerdekakan menjadi Negara Islam Aceh, melainkan Negara Aceh Sumatra. Dimana dalam deklaration kemerdekaan Negara Aceh Sumatra tidak satu patah katapun dicantumkan atau disebutkan nama Negara Islam Aceh atau nama Aceh sebagai Daulah Islam, yang disebutkan hanya Negara Aceh Sumatra. Disini saya kutip sebagian dari bunyi Declaration of Independence of Acheh Sumatra yaitu,
Réponses:
Répondre
|

|